BPPBJ Dalam Membuat Persyaratan Lelang di 5 kota di Jakarta Agar Tidak Berbeda-beda


BPPBJ Dalam Membuat Persyaratan Lelang di 5 kota di Jakarta Agar Tidak Berbeda-beda

23 oktober 2025 di kampus Universitas Mpu Tantular, telah berlangsung terobosan langkah dari 2 komponan masyarakat jasa konstruksi, yakni Asosiasi Badan Usaha Jasa konstruksi yang bernama Gabungan Perusahaan Kontraktor Nasional Indonesia (GABPEKNAS) dan Universitas Mpu Tantular (UMT), melalui acara UMT Expo dan FGD Gabpeknas dengan tema "Optimalisasi Strategi Perusahaan dalam Peningkatan Daya Saing Tender Konstruksi", yang bergandengan tangan dalam memberikan penguatan pemahaman kepada kontraktor jakarta terkait model Mini Kompetisi dan E Katalog versi 6.0, sebagai pendukungan kesuksesan pengadaan barang & jasa konstruksi yang digagas pemerintah (kementerian Pekerjaan Umum dan LKPP. acara yang dihadiri dan dibuka oleh Gubernur Jakarta yang disposisikan ke Dinas CKTRP, Kabid Bangunan Gedung (Bpk Hery Priyatno), Ketua Yayasan Budi Murni (Budi Sinambela), Rektorat UMT (Ir. Rodeyar Pasaribu, MSi),  Sekjen DPP Gabpeknas (Mulyadi Guntur Aritonang), dengan narasumber dan Host dari LPJK (Prof. Dr. Ir. Manlian Simanjuntak, ST., MT., D.Min, IPU, ASEAN ENG), Direktur Pengadaan Jasa Konstruksi (Agus Pudjijono, S.Kom., M.Comp), Kepala Subbid Pengelolaan Strategi Pengadaan BPPBJ (Wuri Mahanani), Direktorat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Pengadaan Umum LKPP (Okto Army), KADIN Jakarta (Ghofar Rozak).

Bapak Ir. Bandar Gultom, kontraktor kecil yang juga Wakil Ketua DPD GAPEKNAS Provinsi Jakarta dan Wakil Ketua/ formatur penyusunan Forum Masyarakat Jasa Konstruksi (FMJK) Jakarta, sebagai peserta meminta agar BPPBJ dalam membuat persyaratan lelang di 5 kota di Jakarta tidak berbeda-beda, pemerintah mendukung UMKM konstruksi jakarta dan tidak membebani UMKM tertentu untuk keluarkan biaya yang tidak disanggupi BUJK, serta mengamankan penawaran yang wajar, agar menihilkan kontraktor kesalahan kerja. juga Ahmad Syahroni dari Perkopindo (pengurus FMJK Jakarta) meminta agar pemerintah mendukung asosiasi dalam menjalankan undang-undang dan peraturan Pemerintah, agar lakukan pembinaan Anggota  agar bisa jadi kontraktor profesional, khususnya UMKM. narasumber memberikan informasi dan pengertian yang bagus, sehingga dapat diberitakan ke Anggota Badan Usaha Jasa Konstruksi supaya segera persiapkan diri sambut Anggaran Pembangunan 2026. (Red)
Readmore »

KOMISI FATWA MUI PUSAT : FOOD TRAY LOGO HALAL SYARAT SERTIFIKASI DAPUR MBG


KOMISI FATWA MUI PUSAT : FOOD TRAY LOGO HALAL SYARAT SERTIFIKASI DAPUR MBG

Bertempat di Hotel Sofyan Cut Mutia, Menteng Jakarta pada senin 20 Oktober 2025, dalam jumpa Pers, terkait Kehalalan produk Makan Bergizi Gratis (MBG), dimana pemberitaan MBG harus memperhatikan kehalalan, mulai dari Peralatan, Proses Masak hingga penyajian kepada peserta didik (siswa).

Acara jumpa pers tersebut diawali dengan Dialog Asosiasi Pesantren NU Mendukung Program MBG Presiden Prabowo serta Menolak Foodtray Import China yang prosesnya Menggunakan Minyak Babi, dan acara tersebut dihadiri oleh KH.Rahmad Dzalani Kiki, Ketua RMI-NU DKI Jakarta, Wakil Ketua, RMI-NU DKI Jakarta, Ust.Wafa Ariansyah Wakil Sekretaris RMI-NU DKI Jakarta, Asosiasi Wadah Makan Indonesia (APMAKI)

Konferensi Pers Program MBG Bersama Asosiasi Pesantren NU DKI Jakarta dan Lembaga Terkait, untuk menjawab keraguan, Kehalalan bagi Pesantren.

KH.Rahmad Dzalani Kiki, Ketua RMI-NU DKI Jakarta, menegaskan komitmennya mendukung penuh program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang digagas Presiden, sekaligus menyuarakan penolakan terhadap produk foodtray impor asal China yang diketahui dalam proses produksinya menggunakan minyak babi. 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi publik tentang apa yang kita perjuangkan bersama, untuk mendesak bukan hanya pengadaan foodtray berlogo Halal, karena pada kenyataannya masih banyak food tray yang digunakan atau bahkan diperjualbelikan produk dari China, bahkan dalam iklannya menggunakan logo halal untuk itu kita mendesak agar pemerintah mengambil tindakan tegas, serta perlunya pengawasan dari masyarakat tentang beredarnya foodtray non halal. Karena sesuai karena label Halal hanya dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang dan memiliki otoritas yaitu fatwa MUI. Untuk itu kami akan memperjuangkan untuk masyarakat, tegas KH.Rahmad Dzalani Kiki.

Sementara Dr. KH. Aminudin Yakub, KOMISI FATWAH MUI PUSAT juga Mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengawasi mata rantai MBG, dan memastikan produk MBG tidak menggunakan produk yang tidak halal maupun bahan-bahan yang tidak memenuhi standar halal.

Badan Gizi Nasional juga harus memantau masuknya barang-barang yang tidak memenuhi standar halal yang masuk Indonesia.

Halal merupakan ketentuan yang mutlak untuk Umat Muslim, buat anak-anak peserta didik di seluruh Indonesia. Maka kita meminta seluruh makanan yang disajikan harus memenuhi unsur halal, tegasnya.

Sekjen wadah makan asosiasi Produsen Wadah Makan Indonesia (APMAKI), Ardy Susanto menegaskan bahwa produsen lokal telah siap mendukung program MBG dengan pengadaan wadah makan Food tray, saat ini kami mampu memproduksi hingga 12 juta pcs per bulan, namun mirisnya saat ini beredar perdagangan foodtray secara online yang tidak memenuhi peraturan yang ada, akan mengakui produk impor bisa di endorse dengan SNI dan halal. Bahkan diduga ada yang memalsukan sertifikat halal MUI, tegasnya.
Readmore »

RT 8 RW 4 Malaka Jaya Luncurkan Gerakan “RT Mendengar & Penanaman Bibit Ikan Sehat”


RT 8 RW 4 Malaka Jaya Luncurkan Gerakan “RT Mendengar & Penanaman Bibit Ikan Sehat”

Jakarta, 11 Oktober 2025. Dalam semangat gotong royong warga untuk mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia sekaligus memperingati dua tahun kepemimpinan Ketua 008 RW 004 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, digelar kegiatan “RT Mendengar: Suara Warga, Aksi Nyata!” Sabtu (11/10/2025).

Kegiatan ini berlangsung di Media Percontohan Pembelajaran Pencegahan Krisis Planet, Gang 8 Malaka Jaya, dan menjadi panggung inspiratif bagi warga perkotaan untuk membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari ruang hidup terkecil.

Acara dihadiri oleh Sularto, Ketua RW 004 Malaka Jaya, Hendra Juniarto Kasi Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Utusan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), Dosen Trisakti, Komunitas Bersepeda Jakarta Timur dan Bekasi, serta Penggiat Rumah Sopan (Rumah Sosial dan Pangan).

Semarak kegiatan semakin terasa dengan hadirnya Stan UMKM warga RT 8 RW 4 Malaka Jaya, yang menampilkan produk olahan pangan, minuman sehat, dan inovasi ramah lingkungan karya warga setempat.

Menariknya, kegiatan ini didahului dengan “Gowes Warga RW 04” sejauh 5 km, yang menjadi agenda rutin setiap Sabtu pagi. Start dan finish dilakukan di Media Percontohan Pencegahan Krisis Planet, menegaskan gaya hidup sehat dan kebersamaan warga sebagai bagian dari gerakan ramah lingkungan.


Dalam sambutannya, Ketua RT 008, Dr. Taufiq Supriadi, menyampaikan pesan kuat:

“RT adalah miniatur negara. Di sinilah kita belajar mengelola sumber daya, menjaga ketertiban sosial, dan menumbuhkan semangat gotong royong. RT juga yang paling tahu kondisi warganya—siapa yang tinggal, siapa yang membutuhkan, siapa yang berdaya. Karena itu, RT bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam memvalidasi data penduduk dan penyaluran bansos agar tepat sasaran.”

Lebih jauh, Taufiq menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan konservasi lingkungan perkotaan, sebuah upaya menjaga keseimbangan ekologi di tengah padatnya permukiman kota.

“Ini adalah konservasi lingkungan perkotaan. Karena kita ada di kota, maka justru di sinilah tanggung jawab kita menjaga lingkungan. Kita membuktikan bahwa ruang terbatas bukan halangan untuk menumbuhkan kehidupan,” ujar Taufiq disambut tepuk tangan warga.


Sorotan utama kegiatan ini adalah sesi inspiratif dari Winartania Massie dari komunitas Indonesia Berkebun, yang membawakan materi bertema “Kelola Sampah, Kita Jaga Bumi.” Ia mengajak warga untuk mengubah perilaku dari “buang” menjadi “olah”, serta menanamkan nilai ekonomi sirkular di rumah tangga.

“Setiap rumah bisa menjadi taman kehidupan. Sampah organik bisa jadi pupuk, air bisa didaur ulang, dan kolam lele bisa jadi dapur protein keluarga,” tutur Winartania.

Puncak kegiatan ditandai dengan penanaman bibit ikan lele di kolam U-ditch, simbol inovasi pangan berkelanjutan di kawasan padat penduduk. Selain itu, dilakukan pula pemberian penghargaan kepada Ketua RW, dua RT berprestasi, dan warga inspiratif lingkungan, disusul sesi tanya jawab antar-RT, pembagian doorprize, dan pameran UMKM hijau.

Melalui kegiatan ini, RT 8 Malaka Jaya menegaskan diri sebagai pionir “Desa Sentinel Urban”, ekosistem warga berbasis data, pangan, dan energi, yang menjadikan lingkungan kota bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang hidup yang produktif dan lestari.

“Dari gang sempit, kita menanam kehidupan. Dari RT kecil, kita menjaga bumi,” tutup Dr. Taufiq Supriadi.

📍 Lokasi:
Media Percontohan Pembelajaran Pencegahan Krisis Planet
Gg. 8, RT 8 RW 4 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur
Google Maps
Readmore »

 

SEL SURYA

SEL SURYA