Usai Tampil di Festival internasional Karagoz Turki, KRA Ki Gunarto Gunotalijendro, SH.MM Disambut Sentono dan Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Ketua Paguyuban Kusumo Hondrowino Nusantara Korwil DKI Jakarta, Kanjeng Pangeran Mulyatno Prawirodiningrat, SH.MH bertempat di Terminal Kedatangan luar negeri, Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menegaskan, bahwa pihaknya bersyukur KRA Ki Gunarto Gunotalijendro, SH,MM sebagai Keluarga Besar Sentono dan Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat telah beberapa kali memperkenalkan Kesenian Wayang Kulit ke berbagai Negara di Asia dan Eropa, dan beberapa hari lalu telah tampil di negara Turki, dalam Iven Festival Internasional Paragoz Turki sehingga Kesenian Wayang Kulit yang sudah di akui Dunia melalui Badan khusus PBB, UNESCO. sebagai Warisan Mahakarya Budaya Dunia dari Indonesia dapat terus membahana, dan kegiatan penjemputan oleh Keluarga Kusumo Hondrowino ini juga sudah kita gelar yang kesekian kalinya sebagai bentuk dukungan kepada Ki Dalang, Kanjeng Raden Aryo Ki Gunarto Gunotalijendro SH,MM dalam melestarikan dan memperkenalkan Wayang Kulit ke seluruh dunia, dan Alhamdulilah Beliau bersama Rombongan bisa kembali ke Jakarta dengan selamat, semoga menjadi Berkah, ungkapnya. Presiden Union Internationale de la Morionnette Indonesia (UNIMA Indonesia), T.A Samodra Sriwidjaja atau yang dikenal dengan sebutan Samodra Rum menegaskan, bahwa UNIMA Indonesia bersama Sanggar Sari Laras pimpinan KRA. Ki Gunarto Gunotalijendro SH.MM terus berupaya menyebar luaskan seni Wayang Indonesia ke Mancanegara, dan pada Festival Bursa Paragoz Turki yang digelar mulai tanggal 14 hingga 23 November, dan kami bersyukur tanggapan dari masyarakat internasional cukup bagus, baik dari negara-negara peserta maupun dari penyelenggara sendiri. Bahkan mereka menginginkan Wayang Kulit, hingga memohon untuk Cindera Mata, dan KRA Ki Gunarto Gunotalijendro SH.MM juga telah berniat memberikannya, sehingga mereka diberikan Wayang Kulit satu-satu. UNIMA Turki juga kita berikan sebagai bentuk kerjasama UNIMA Indonesia bersama Sanggar Sari Laras untuk membangun kerjasama yang lebih luas lagi dengan UNIMA Turki, dan kami di bulan Desember 2025 juga akan kembali memperkenalkan Seni Wayang Kulit ke Negeri Tirai Bambu, Danchon, Beijing, China, dalam rangka Danchon International Festival, yang rencana akan berangkat tanggal 2 hingga 8 Desember 2025, semoga semua bisa berjalan lancar dan Sukses Demi Budaya Indonesia, ungkap Samodra Rum. KRA Ki. H. Gunarto Gunotalijendro SH.MM mengaku berterimakasih kepada Keluarga Besar Kusumo Hondrowino Nusantara yang hari ini menyambut kedatangan kami dari Sanggar Sari Laras dan UNIMA Indonesia. sebagai anggota KHN sudah melaksanakan tugas dan Sukses dalam menyebarluaskan Kesenian Wayang Kulit ke Mancanegara, khususnya di Negara Turki, dan kami diberi kesempatan tampil dua kali, dalam iven internasional tersebut, yaitu tanggal 21 dan 22 November 2025 bahkan apresiasi pengunjung sangat besar, dan kita juga sudah diagendakan untuk hadir kembali pada iven lain di Cekoslavia. Dalam Festival Internasional Paragoz Turkiye beberapa hari lalu, kami bangga anak-anak maupun para Pemuda sangat antusias ingin mengenal Wayang lebih dalam lagi, bahkan ada anak yang hadir menyaksikan pergelaran tersebut, selesai menonton malah menangis untuk minta 1 Wayang, dan saya tawarkan untuk memilih Wayang mana, dan ternyata anak tersebut memilih sosok Dasamuka, karena dalam pergelaran tersebut tokoh yang kita tampikan adalah Dasamuka dan dia ingin seperti sosok Dasamuka. Untuk itulah kedepan dalam setiap pergelaran atau iven-iven internasional kita harus lebih mempesiapkan diri, karena Wayang Kulit memang sudah di akui oleh Dunia Internasional, terbukti kita sudah beberapa kali ke beberapa negara, dan setiap pementasan mendapat apresiasi yang laur biasa, sehingga kita akan terus kembangkan secara berkelanjutan, bahkan UNIMA Turki mengusulkan agar diijinkan warga negara Turki untuk belajar seni Pedalangan di Indonesia, bahkan Turki juga membuka kesempatan bagi Guru/Dosen Seni Tradisi dari Indonesia untuk mengajar di Turki, hal ini harus kita sambut bersama-sama, baik para Seniman, Budayawan, Perguruan Tinggi maupun Pemerintah Indonesia, dalam membangun kerjasama dengan Turki melalui Budaya, kita berharap Wayang terboko hanjayeng bawono, Wayang Go Internasional, tegas KRA Ki Gunarto Gunotalijendro SH.MM. (wartadipuro)MORE IN INTERNASIONAL
CLICK TO COMMENT























0 comments:
Posting Komentar